TARAKAN — Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur Ahmad Salim Assegaf turut ambil bagian dalam Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kalimantan Utara. Dalam agenda tersebut, HIPMI Jatim melihat sejumlah peluang kerja sama bisnis yang dapat dikembangkan bersama pengusaha muda di Kalimantan Utara, terutama pada sektor industri kemasan (packaging).
Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Kalimantan Utara yang digelar di Hotel Tarakan Plaza, Selasa (8/9) lalu, mencatat capaian transaksi yang signifikan. Kegiatan tersebut membukukan nilai transaksi final sebesar Rp2.507.940.886.000 atau sekitar Rp2,5 triliun.
Dari total nilai transaksi tersebut, penjualan dari Jawa Timur ke Kalimantan Utara mencapai Rp1.644.652.687.600, sedangkan pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Utara mencapai Rp863.288.184.400. Capaian tersebut menunjukkan kuatnya hubungan perdagangan antardaerah sekaligus memperlihatkan beragam komoditas unggulan yang dapat dipertukarkan antara kedua provinsi.
Ahmad Salim Assegaf mengatakan keikutsertaan HIPMI Jatim dalam misi dagang tidak hanya untuk memperluas jejaring usaha, tetapi juga memperkuat konektivitas antarpengusaha muda di berbagai provinsi. Menurutnya, hubungan yang telah terjalin antara pengurus HIPMI daerah menjadi modal penting dalam membuka peluang kolaborasi bisnis baru.
“Kami dan beberapa teman-teman HIPMI selalu mengikuti misi dagang Jawa Timur. Kami memiliki koneksi yang kuat dengan teman-teman di provinsi lain, termasuk para ketua umum BPD HIPMI. Dengan hubungan yang baik tersebut, komunikasi dan penjajakan kerja sama menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Dalam kunjungan ke Tarakan dan sejumlah wilayah di Kalimantan Utara, HIPMI Jatim menemukan peluang usaha yang dinilai cukup prospektif untuk dikembangkan bersama. Salah satu yang menjadi perhatian adalah industri packaging yang selama ini masih banyak bergantung pada pasokan dari Surabaya.
Menurut Salim, peluang tersebut juga mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Timur yang mendorong adanya kolaborasi antara HIPMI Jawa Timur dan HIPMI Kalimantan Utara untuk membangun bisnis kemasan di wilayah tersebut.
“Pak Gubernur Kaltara menyampaikan agar HIPMI Kalimantan Utara dan HIPMI Jawa Timur bisa berkolaborasi melahirkan bisnis terkait packaging. Saat ini kami sedang menindaklanjuti arahan tersebut dan akan terus berkomunikasi dengan HIPMI Kalimantan Utara untuk melihat bentuk kerja sama yang dapat direalisasikan,” katanya.
Ia menjelaskan, selama ini banyak pelaku usaha di Kalimantan Utara yang harus memesan kebutuhan kemasan ke Surabaya. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang untuk menghadirkan industri packaging yang lebih dekat dengan pasar di Kalimantan Utara melalui kolaborasi antarpengusaha daerah.
“Produk-produk dari Kalimantan Utara yang membutuhkan packaging selama ini banyak mengambil dari Surabaya. Nah, gagasan yang muncul adalah bagaimana industri itu bisa hadir di Kalimantan Utara dengan kolaborasi antara HIPMI Jawa Timur dan HIPMI Kalimantan Utara,” jelasnya.
Meski belum menetapkan target nilai investasi maupun besaran transaksi yang akan dihasilkan dari rencana tersebut, HIPMI Jatim menegaskan fokus utama saat ini adalah mematangkan konsep kerja sama dan memetakan kebutuhan pasar yang ada.
Selain sektor packaging, HIPMI Jatim juga membuka peluang kolaborasi pada bidang lain yang dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua daerah. Salim menyebut masih banyak potensi produk unggulan dari Kalimantan Utara yang dapat dipasarkan ke Jawa Timur, maupun sebaliknya.
“Kami masih terus mendiskusikan apa yang bisa dibawa dari Jawa Timur ke Kalimantan Utara dan apa yang bisa dibawa dari Kalimantan Utara ke Surabaya. Banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, posisi Jawa Timur sebagai pusat distribusi dan perdagangan di kawasan Indonesia Timur menjadi keunggulan tersendiri dalam mendukung pengembangan kerja sama antardaerah. Bahkan, menurutnya, berbagai produk dari Kalimantan Utara memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar Jawa Timur, sementara produk-produk manufaktur dan industri Jawa Timur dapat memenuhi kebutuhan pasar Kalimantan Utara.
“Jawa Timur merupakan hub Indonesia Timur sekaligus salah satu gerbang perdagangan nasional. Kami berharap kolaborasi ini dapat segera terealisasi dan membuka peluang usaha baru bagi pengusaha muda di Jawa Timur maupun Kalimantan Utara,” pungkasnya.




















Komentar