SURABAYA — Komisi X DPR RI memberikan apresiasi terhadap kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur dalam mendorong penguatan literasi masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI ke Jawa Timur pada Kamis (20/8/2026).
Kunjungan kerja yang merupakan bagian dari Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 tersebut berlangsung di Ruang Graha Pustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Komisi X DPR RI untuk mengetahui lebih jauh peran perpustakaan daerah dalam memperkuat budaya literasi masyarakat.
Salah satu Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, menyampaikan apresiasi terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur. Menurutnya, keberadaan Perpustakaan Jawa Timur dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu kekuatan dalam meningkatkan minat baca masyarakat.
“Komisi X memberikan apresiasi kepada Dinas Arsip dan Perpustakaan Jawa Timur. Perpustakaan Jatim ini bisa dikatakan terbaik di Indonesia,” ujar Reni.
Ia menilai, selain capaian Jawa Timur dalam indeks pembangunan literasi, fasilitas perpustakaan yang tersedia juga menunjukkan adanya kreativitas dan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau terkait dengan tingkat baca, kita memang di ranking tiga untuk indeks pembangunan literasi. Tetapi secara sarana-prasarana di Perpustakaan Jatim ini saya kira bagus, kreatif, inovatif, sehingga nyaman,” katanya.
Meski demikian, Reni menekankan bahwa penguatan literasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fasilitas perpustakaan. Menurutnya, perhatian juga perlu diberikan kepada para pegiat dan komunitas literasi yang selama ini berperan aktif menggerakkan budaya membaca di berbagai daerah.
Ia menilai komunitas-komunitas literasi di Jawa Timur telah memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan minat baca dan indeks pembangunan literasi masyarakat.
“Yang tentu perlu ditingkatkan adalah dukungan terhadap pegiat-pegiat literasi. Komunitas-komunitas literasi yang ada di Jawa Timur juga luar biasa dan saya kira itu membantu meningkatkan minat baca serta indeks pembangunan literasi manusia,” jelasnya.
Karena itu, Reni mendorong agar dukungan terhadap gerakan literasi dilakukan secara bersama-sama, baik melalui pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun sektor swasta. Menurutnya, dukungan anggaran dari APBN dan APBD perlu diperkuat, sekaligus membuka ruang partisipasi BUMN, BUMD dan pihak swasta dalam mendukung berbagai kegiatan literasi.
“Karena mereka sudah memberikan kontribusi yang luar biasa, dalam peningkatan indeks ini perlu mendapatkan perhatian juga dari pemerintah. Baik melalui anggaran APBN, APBD, maupun dari swasta, BUMN dan BUMD juga perlu memberikan support. Jadi gerakan literasi ini harus disokong bersama,” tegasnya.
Reni juga menyoroti pentingnya pemerataan gerakan literasi hingga wilayah perdesaan. Jawa Timur memiliki wilayah pedesaan yang luas dengan karakteristik masyarakat yang beragam. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan perhatian agar akses masyarakat terhadap bahan bacaan, perpustakaan dan berbagai program literasi tidak hanya terkonsentrasi di perkotaan.
“Termasuk literasi yang ada di desa. Kalau bicara Jawa Timur, kita juga bicara desa. Masih banyak desa di Jawa Timur. Jangan sampai tingkat minat baca anak-anak di perdesaan kemudian berkurang karena perhatian pemerintah masih perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia berharap penguatan ekosistem literasi di Jawa Timur dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Perpustakaan daerah tidak hanya diharapkan menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, kreativitas, inovasi dan interaksi masyarakat.
Kunjungan Komisi X DPR RI tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui gerakan literasi.
Dengan dukungan fasilitas perpustakaan yang representatif, komunitas pegiat literasi yang aktif, serta dukungan anggaran dan kolaborasi lintas sektor, gerakan literasi di Jawa Timur diharapkan semakin merata dan mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.



















Komentar