BANGGAI, Central.asia — Salah satu warga yang mengaku menjadi korban dugaan proyek fiktif pembangunan lantai jemur di wilayah Toili, Kabupaten Banggai, meminta perhatian dan bantuan Gubernur Sulawesi Tengah untuk mendorong pengusutan atas persoalan yang disebut telah menimbulkan kerugian bagi sejumlah warga, Selasa (29/09/2026).
Permintaan tersebut disampaikan korban saat bertemu dalam agenda kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid di wilayah Toili. Dalam kesempatan itu, korban mengungkapkan bahwa dirinya bukan satu-satunya pihak yang merasa dirugikan.
Menurut pengakuannya, terdapat korban lain dengan nilai kerugian yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.Korban mengaku telah mengeluarkan modal pribadi untuk pembangunan berdasarkan adanya janji atau informasi mengenai anggaran proyek.
Namun, hingga saat ini, anggaran yang dijanjikan tersebut disebut belum juga diterima.“Kami berharap Bapak Gubernur bisa membantu agar persoalan ini dapat diusut secara terang. Kami sudah mengeluarkan modal pribadi, tetapi anggaran yang dijanjikan sampai sekarang belum turun,” demikian inti keluhan korban sebagaimana disampaikan kepada awak media.(29/09/2026).
Karena itu, korban berharap pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum dapat memberikan perhatian dan melakukan klarifikasi serta pemeriksaan sesuai ketentuan hukum, sehingga persoalan tersebut menjadi terang dan hak warga yang merasa dirugikan dapat memperoleh kepastian. (Pasek Purwanto)




















Komentar