Media Central Magetan – Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan, warga masyarakat Desa Duwet Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan Jatim, gelar giat bersih desa sebagai wujud permohonan dan perlindungan dari hal-hal negatif di kehidupan sehari-hari.
Bertepatan diperingatan HUT RI ke-81, gelaran giat ini bukan hanya momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan kerukunan antarwarga, tetapi juga giat turut melestarikan budaya lokal, sebagai pelestarian budaya warisan leluhur yang harus dijaga agar tidak punah dan menjadi identitas tradisi yang ada.

Adapun rangkaian giat bersih desa yang digelar, yaitu di Punden Melikan Dukuh Nunut berupa kenduri dan tasyakuran. Kemudian di Punden Duwet Tengah, giatnya berupa kenduri, tasyakuran, dan sholawatan. Selanjutnya di Punden Sumur Duwet dengan giat kenduri, tasyakuran, dan sholawatan. Sebagai puncak acaranya di Punden Jurangawan, berupa kenduri, tasyakuran, dan hiburan Tayuban yang sekaligus merupakan syarat ritual yang dilaksanakan.
Selain itu, dalam kepercayaan atau keyakinan warga masyarakat setempat, pelaksanaan bersih desanya, syarat ritual ada sesaji berupa kembang dan dupa yang ditaruh di empat punden tersebut. Hal ini dilakukan sebagai simbol terhindar dari hal-hal negatif, agar desa menjadi aman, dan sejahtera.


Kepala Desa Duwet, Agung Sugiarno saat ditemui di sela acara menyimpulkan, bahwasanya kenyakinan warga masyarakat desanya, mayoritas masih memegang teguh nilai-nilai budaya leluhur. Dalam hal ini disetiap tahun, di bulan dan hari tertentu pelaksanaan bersih desa harus di selenggarakan, tak lain untuk mendapatkan ridho dari Allah swt dan juga guna menolak bala dari hal-hal negatif yang tidak diinginkan.
“Ini sudah tradisi turun-temurun di tiap tahunnya, di harapkan kegiatan yang bersamaan di momentum HUT RI ke-81 ini, menjadi simbol aman, makmur, sejahtera dan sentosa. Hal ini sama dengan Motto Pemerintah Desa Duwet yaitu Bersih Desaku, Sehat wargaku, Guyub Rukun Masyarakatku, Gemah Ripah Loh Jinawi, “ucap Agung Sugiarno, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, mengenai hiburan Tayuban yang selalu ada di bersih desa Duwet, dalam penjelasannya adalah salah satu syarat dari ritual yang diadakan. Karena dari peran itulah kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang turut melestarikan seni budaya lokal yang ada.
Untuk diketahui dari semua pelaksanaan acara bersih desa yang di gelar di empat punden, semua berjalan lancar dan tidak ada kendala dalam pelaksanaan. Dari warga masyarakat yang antusias dan semangat dalam mengikuti lajannya prosesi bersih desa yang di gelar. (ex)



















Komentar