Media Central Magetan – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Magetan melalui kegiatan Sekolah Lapang Good Agricultural Practices (SL-GAP) Pamelo terus berkomitmen meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan budidaya jeruk pamelo yang baik, benar, dan berkelanjutan. Kegiatan kali ini dilaksanakan bersama Kelompok Tani Duwok, Desa Kepuhrejo, Kecamatan Takeran, dengan diikuti oleh anggota kelompok tani, penyuluh pertanian, serta narasumber teknis dari Dinas TPHP.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai prinsip-prinsip Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya jeruk pamelo, meliputi teknik pemeliharaan tanaman, pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara ramah lingkungan, sanitasi kebun, hingga penanganan panen dan pascapanen untuk menghasilkan buah berkualitas tinggi dan aman dikonsumsi.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga menjadi wadah diskusi interaktif antara petani dan narasumber mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan. Berbagai solusi teknis diberikan agar petani mampu meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus menjaga mutu buah pamelo sehingga memiliki daya saing yang lebih baik di pasar.
Melalui kegiatan SL-GAP ini, petani didorong untuk menerapkan budidaya yang sesuai standar, efisien, ramah lingkungan, serta berorientasi pada peningkatan kualitas hasil panen. Penerapan GAP juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar, serta mendukung pengembangan komoditas unggulan Kabupaten Magetan.
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Magetan menyampaikan bahwa kegiatan Sekolah Lapang merupakan salah satu bentuk pendampingan berkelanjutan kepada petani agar mampu mengadopsi inovasi teknologi budidaya dan meningkatkan daya saing sektor hortikultura.
“Dengan penerapan Good Agricultural Practices, diharapkan petani mampu menghasilkan buah pamelo yang berkualitas, aman dikonsumsi, bernilai ekonomi tinggi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pengembangan agribisnis hortikultura di Kabupaten Magetan.”
Melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan petani, kegiatan SL-GAP Pamelo di Poktan Duwok Desa Kepuhrejo Kecamatan Takeran diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan budidaya jeruk pamelo yang berkelanjutan, produktif, dan mampu mendukung ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi daerah. (Ty)




















Komentar