SURABAYA – Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Partai Demokrat , H. Mokhammad Soleh, S.Sos. , mengapresiasi capaian kinerja ekonomi Jawa Timur pada Semester I 2026 yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,84 persen, yang menjadi salah satu capaian tertinggi di Pulau Jawa, dinilai sebagai indikator bahwa perekonomian daerah tetap tumbuh di tengah dinamika ekonomi global.
M. Soleh mengatakan, capaian tersebut patut diapresiasi karena pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tidak hanya tercermin dari angka pertumbuhan, tetapi juga dibarengi dengan membaiknya sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat.
“Capaian ini tentu patut kita apresiasi. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,84 persen menunjukkan bahwa fundamental ekonomi daerah kita cukup kuat. Yang lebih penting, pertumbuhan ini juga diikuti dengan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran,” ujar M. Soleh.
Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin Jawa Timur pada Maret 2026 turun menjadi 9,06 persen, dari sebelumnya 9,30 persen pada September 2025. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 juga turun menjadi 3,42 persen, dari 3,55 persen pada Februari 2026.
Menurut M. Soleh, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran tersebut menjadi sinyal positif bahwa aktivitas perekonomian mulai memberikan dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi kita semakin berkualitas. Artinya, geliat ekonomi tidak hanya terjadi di sektor usaha, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kinerja sektor-sektor produktif yang menjadi penopang utama ekonomi Jawa Timur, terutama industri pengolahan, perdagangan serta pertanian. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
M. Soleh berharap capaian positif tersebut dapat terus dipertahankan melalui penguatan sektor riil, UMKM, perdagangan, pertanian dan industri. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata hingga masyarakat di tingkat bawah.
“Pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, sektor UMKM, perdagangan, pertanian dan industri harus terus didorong agar semakin produktif dan mampu menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Di sisi lain, M. Soleh menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya terkait penyerapan tenaga kerja lulusan SMK dan perguruan tinggi. Ia mendorong agar keterhubungan antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industri semakin diperkuat.
“Kita tentu tidak boleh cepat puas. Masih ada pekerjaan rumah, terutama bagaimana memastikan lulusan pendidikan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Link and match antara pendidikan dan industri harus terus diperkuat,” ungkapnya.
M. Soleh menegaskan, DPRD Jawa Timur akan terus mendukung kebijakan pemerintah daerah yang berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan kita, capaian Semester I ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kinerja ekonomi Jawa Timur. Pertumbuhan harus dijaga, lapangan kerja diperluas, kemiskinan ditekan, dan kesejahteraan masyarakat terus ditingkatkan,” pungkasnya.



















Komentar