oleh

BKD Jatim Gelar Sosialisasi Penilaian Inovasi ASN: Perkuat Manajemen Talenta dan Konsistensi Sistem Merit

banner 468x60

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Sosialisasi Penilaian Inovasi ASN dalam Kerangka Manajemen Talenta pada Senin (27/07/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor BKD Provinsi Jawa Timur ini menjadi langkah strategis Pemprov Jatim dalam memperkuat tata kelola kepegawaian berbasis Sistem Merit dan pengembangan talenta aparatur secara berkelanjutan.

​Acara resmi tersebut dihadiri oleh perwakilan Pejabat Pengelola Kepegawaian serta para ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

banner 336x280

​Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BKD Provinsi Jawa Timur Indah Wahyuni yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Pengembangan ASN BKD Jatim, Ani Susilestari. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa sosialisasi ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ikhtiar nyata Pemprov Jatim untuk terus menjaga konsistensi penerapan Sistem Merit dalam manajemen ASN.

“Sosialisasi penilaian inovasi ASN ini adalah bagian integral dari sistem Manajemen Talenta yang saat ini tengah masif diterapkan di Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian di sini merupakan wujud komitmen bersama dalam mengawal Sistem Merit agar tetap berjalan secara transparan, obyektif, dan akuntabel,” tegas Ani Susilestari saat membacakan sambutan pembuka.

​Beliau menambahkan, tata kelola manajemen talenta di Jawa Timur membutuhkan mekanisme penyaringan yang presisi. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap ASN yang menduduki posisi strategis benar-benar memiliki kapasitas, rekam jejak, dan daya cipta yang teruji dalam mendukung program pembangunan daerah.

​Salah satu poin penting yang disoroti dalam sosialisasi ini adalah peran vital karya inovasi sebagai parameter utama penilai talenta ASN Jatim. Berbeda dengan pembobotan talenta standar di tingkat nasional (BKN), Pemprov Jawa Timur menerapkan kriteria tambahan berbasis daya tingkat inovasi.

​Langkah kustomisasi ini diambil mengingat tingginya kuantitas dan kualitas ASN Jawa Timur yang masuk dalam kategori Box 9 (Kualifikasi Potensial dan Kinerja Tinggi). Oleh karena itu, diperlukan indikator penyeleksi yang lebih ketat untuk menyaring kandidat terbaik (top talent).

“Pada penilaian talenta tahun 2025 lalu, seluruh aspek inovasi sudah terintegrasi secara sistematis di setiap semester. Karena populasi kualifikasi Box 9 di Jawa Timur terbilang cukup besar, maka penilaian inovasi inilah yang menjadi alat penyaring utama untuk menentukan talenta terbaik yang siap dipromosikan,” jelaskannya.

​Seluruh karya inovasi yang lahir dari tiap OPD—baik yang bersifat individual maupun hasil kolaborasi tim/kelompok—akan dihimpun secara terpusat oleh BKD Jatim untuk selanjutnya diverifikasi secara komprehensif.

​Untuk menjaga obyektivitas serta kualitas verifikasi, BKD Jatim menggandeng Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur sebagai tim penilai independen. BRIDA Jatim bertanggung jawab melakukan verifikasi substansi, validasi lapangan, hingga penilaian skoring terhadap dampak inovasi yang diajukan oleh para ASN.

​Melalui sesi diskusi dan tanya-jawab interaktif yang disediakan dalam sosialisasi ini, Pemprov Jatim berupaya membangun kesepahaman (chemistry) dan komunikasi dua arah antar-OPD. Para peserta berkesempatan berkonsultasi langsung mengenai standar inovasi, kriteria kualifikasi, hingga mekanisme pengusulan karya inovatif.

​Di akhir sambutannya, Ani Susilestari berharap agar ikhtiar ini tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif semata, melainkan mampu mendorong budaya inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Penilaian inovasi ini harus berjalan secara berkelanjutan dan terstruktur. Harapan kita bersama, proyek inovasi yang dilahirkan oleh ASN Jatim tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata (impactful) bagi peningkatan kualitas pelayanan publik serta efisiensi kinerja organisasi Pemprov Jatim ke depan,” pungkasnya sebelum secara resmi membuka jalannya sosialisasi.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *