oleh

Coach Bimo Raih Emas Kejurprov Sirkuit 3, Bidik Seleksi PON dan Pengembangan Akademi Bela Diri Pegasus

banner 468x60

SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali diraih Aditya Bimantara Putra atau yang akrab disapa Coach Bimo. Atlet sekaligus pelatih dari Akademi Seni Bela Diri Pegasus tersebut sukses meraih medali emas pada ajang Kejurprov IBCA MMA Jatim 2026 Sirkuit III sukses diselenggarakan di GOR Soekarno Hatta, Kota Blitar, pada tanggal 17 hingga 20 September 2026. Event ini menjadi bagian dari proses penyaringan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Coach Bimo tampil impresif di kelas Stand Fight Senior -95 kilogram. Di tengah padatnya aktivitas sebagai pelatih, pengusaha, sekaligus mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, ia mampu menunjukkan performa terbaik hingga berdiri di podium tertinggi.

banner 336x280

Menurut Coach Bimo, capaian tersebut menjadi hasil yang sangat disyukuri mengingat berbagai tanggung jawab yang saat ini dijalaninya secara bersamaan. Meski harus membagi waktu antara latihan, mengelola usaha, dan menyelesaikan studi, ia tetap berkomitmen menjaga kualitas latihan serta fokus pada target prestasi.

“Alhamdulillah, di tengah kesibukan melatih, mengelola bisnis, dan kuliah semester tua, masih diberikan hasil yang positif. Saya berhasil meraih medali emas di kelas Stand Fight Senior -95 kilogram,” ujar Coach Bimo.

Kejurprov Sirkuit 3 sendiri memiliki arti penting bagi para atlet karena menjadi salah satu tahapan seleksi dan pemantauan prestasi menuju PON. Karena itu, setiap pertandingan yang dijalani memiliki tingkat persaingan yang ketat dan menjadi ajang pembuktian kemampuan para atlet terbaik dari berbagai daerah.

Keberhasilan meraih medali emas menjadi modal berharga bagi Coach Bimo untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Ia mengaku tidak ingin berpuas diri dan akan terus meningkatkan kemampuan demi menjaga konsistensi prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Dalam waktu dekat, Coach Bimo berencana kembali turun di sejumlah kompetisi, termasuk Kejurprov Sirkuit 4 serta berbagai event bela diri lainnya yang mendukung proses pembinaan dan pengembangan karier atlet.

“Mungkin setelah ini akan mengikuti Sirkuit 4 dan event-event terdekat lainnya,” katanya.

Di luar dunia pertandingan, Coach Bimo juga memiliki sejumlah target yang ingin diwujudkan. Prioritas terdekatnya adalah menyelesaikan pendidikan tinggi yang saat ini masih ditempuh di Fakultas Hukum Untag Surabaya.

Baginya, pendidikan dan olahraga harus berjalan beriringan. Karena itu, di tengah aktivitas sebagai atlet dan pelatih, ia tetap berupaya menyelesaikan studi sebagai bekal untuk masa depan.

“Untuk sementara target saya lulus studi dulu. Kebetulan saya masih aktif sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Coach Bimo ingin lebih fokus mengembangkan Yayasan Sosial Akademi Seni Bela Diri Pegasus yang selama ini menjadi wadah pembinaan generasi muda di bidang olahraga bela diri.

Menurutnya, Pegasus awalnya hanya berfokus pada pembinaan karate. Namun seiring perkembangan zaman dan kebutuhan atlet, akademi tersebut kini mulai memperluas cakupan pembinaan ke berbagai disiplin bela diri, termasuk Mixed Martial Arts (MMA).

“Dulu kami hanya berfokus pada bela diri karate. Sekarang kami mulai mengembangkan sayap ke dunia MMA atau semua cabang bela diri,” jelasnya.

Lebih dari sekadar mencetak atlet berprestasi, Coach Bimo berharap keberadaan Akademi Seni Bela Diri Pegasus dapat memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat. Ia ingin akademi tersebut menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, serta menjauhi berbagai perilaku negatif.

Menurutnya, olahraga bela diri bukan hanya soal kemampuan bertarung, melainkan juga sarana pembentukan disiplin, tanggung jawab, dan pengendalian diri.

“Harapannya, akademi ini bisa membantu mengurangi angka kriminalitas dan tawuran, khususnya di kalangan pelajar,” tuturnya.

Sebagai pelatih, Coach Bimo juga berpesan kepada seluruh anggota dan anak didiknya agar tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang telah diraih. Ia menilai kemenangan hanya menjadi langkah awal untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas diri.

“Jangan pernah puas akan hasil, karena lawan yang sudah pernah kita kalahkan juga manusia. Mereka pasti berusaha untuk mengalahkan kita kembali. Maka dari itu kita harus tetap disiplin dalam berlatih,” pesannya.

Selain disiplin berlatih, Coach Bimo mengingatkan pentingnya menghormati dan berbakti kepada orang tua. Ia menekankan bahwa dukungan keluarga, khususnya doa seorang ibu, memiliki peran besar dalam perjalanan meraih kesuksesan.

“Selalu berbakti kepada orang tua, terutama kepada ibu. Karena tanpa doa dan restu ibu, kalian tidak bisa melangkah lebih jauh lagi,” pungkasnya.

Raihan medali emas pada Kejurprov Sirkuit 3 menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi dapat menghasilkan prestasi membanggakan. Dengan semangat tersebut, Coach Bimo optimistis dapat terus meningkatkan prestasi sekaligus mengembangkan Akademi Seni Bela Diri Pegasus sebagai wadah pembinaan atlet dan generasi muda yang berkarakter.
:::writing

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *