SURABAYA – Al Kurotin Elvira resmi menerima amanah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (DPD PAMDI) Jawa Timur periode 2026-2031. Pelantikan pengurus DPD PAMDI Jatim tersebut digelar di Hotel Wyndham Surabaya, Minggu (6/9/2026).
Pelantikan dan pengarahan tersebut turut dihadiri Ketua Umum PAMDI Rhoma Irama bersama jajaran pengurus dan keluarga besar PAMDI Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Elvira mengaku bersyukur sekaligus terharu mendapat kepercayaan untuk memimpin PAMDI Jawa Timur selama lima tahun ke depan
Elvira menyampaikan, kepengurusan baru akan melanjutkan berbagai program yang telah dijalankan kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Puri Rahayu. Namun, pihaknya juga menyiapkan sejumlah agenda besar untuk membawa PAMDI Jatim semakin maju.
Setidaknya ada tiga agenda utama yang akan menjadi fokus kepengurusan DPD PAMDI Jatim 2026-2031.
Pertama, “Dangdut Maju”, yakni mendorong dangdut sebagai musik sekaligus bagian dari budaya Indonesia. Elvira juga menyatakan dukungannya terhadap perjuangan agar dangdut dapat diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan dukungan bersama dari berbagai organisasi dan pelaku musik dangdut di Indonesia.
“Kita perlu mendukung bersama perjuangan agar dangdut diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda Indonesia,” katanya.
Agenda kedua adalah “Talenta Tumbuh”, dengan fokus membangun regenerasi melalui pencarian, pembinaan, pendidikan, kompetisi hingga pemberian panggung bagi talenta-talenta baru.
Selain regenerasi, PAMDI Jatim juga akan mendorong profesionalisme para pelaku musik dangdut, perlindungan karya, perluasan ruang pertunjukan serta pengembangan ekonomi kreatif dan kesejahteraan seniman.
“PAMDI adalah rumah kita bersama. Mari kita mulai bertanya bukan apa yang bisa saya dapatkan dari PAMDI, tetapi apa yang bisa saya berikan untuk PAMDI,” tegasnya.
Elvira juga mengajak seluruh jajaran pengurus DPD hingga DPC PAMDI se-Jawa Timur untuk menjaga kekompakan. Menurutnya, organisasi PAMDI dapat dianalogikan seperti sebuah pertunjukan musik yang membutuhkan harmoni antara penyanyi, pemain musik, arranger dan seluruh pendukungnya.
“Beda suara boleh, beda pendapat boleh, tetapi jangan sampai berbeda hati. Ketua tidak bisa berjalan sendiri, sekretaris tidak bisa berjalan sendiri, DPC juga tidak bisa berjalan sendiri. Semuanya harus menjadi satu irama,” tuturnya.
Agenda ketiga yang menjadi perhatian adalah “Seniman Sejahtera”, yakni upaya meningkatkan penghargaan terhadap karya dan kesejahteraan para pelaku musik dangdut.
Elvira menegaskan bahwa musik dangdut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi memiliki potensi besar dalam menggerakkan kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, ia meminta dukungan Ketua Umum, para senior, penasihat, pengurus DPD dan seluruh Ketua DPC PAMDI se-Jawa Timur untuk bersama-sama membuka ruang yang lebih luas bagi para seniman.
“Mari kita bekerja sama, membuka ruang yang lebih luas untuk seniman, mencari talenta-talenta baru, membangun PAMDI yang tertib dan profesional, serta menjadikan dangdut semakin bermartabat,” ujarnya.
Elvira menutup sambutannya dengan tiga semangat yang akan menjadi arah perjuangan kepengurusan DPD PAMDI Jawa Timur periode 2026-2031, yakni Dangdut Maju, Talenta Tumbuh, dan Seniman Sejahtera.
Ia berharap seluruh pengurus mampu menjalankan amanah tersebut dengan kebersamaan dan profesionalisme.
“Dangdut maju karena talenta terus tumbuh dan seniman sejahtera karena karya dihargai,” pungkasnya.















Komentar