oleh

Gubernur Khofifah Luncurkan Magister Kajian Turats UINSA, Perkuat Pelestarian Warisan Keilmuan Ulama Nusantara

banner 468x60

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Program Studi Magister Kajian Turats di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Sabtu (10/10/2026). Program pendidikan jenjang magister ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kajian keilmuan Islam klasik sekaligus menjaga warisan intelektual para ulama Nusantara.

Kehadiran program studi tersebut diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan penelitian, dokumentasi, dan pengkajian karya-karya ulama terdahulu. Turats, yang mencakup kitab-kitab klasik, manuskrip, serta berbagai peninggalan intelektual Islam, dinilai memiliki nilai penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat masa kini.

banner 336x280

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan beasiswa Magister Kajian Turats secara simbolis kepada 10 mahasiswa penerima. Dukungan beasiswa ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sumber daya manusia yang memiliki kapasitas akademik untuk mendalami, melestarikan, dan mengembangkan khazanah keilmuan Islam.

Khofifah memandang turats dan manuskrip bukan sekadar peninggalan sejarah yang disimpan dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Di dalamnya terdapat pemikiran, pengetahuan, serta nilai-nilai yang dibangun para ulama melalui beragam disiplin keilmuan, mulai tafsir, hadis, fikih, tasawuf hingga sejarah.

Karena itu, kajian terhadap karya-karya tersebut perlu terus dikembangkan melalui pendekatan akademik yang terarah. Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelestarian naskah, tetapi juga bagaimana pemikiran yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat modern.

Menurut Khofifah, khazanah keislaman yang berkembang di Indonesia memiliki karakter tersendiri, terutama dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, toleran, dan damai.

“Kehidupan keislaman yang moderat dan damai merupakan khazanah yang sangat penting untuk diperkenalkan kepada masyarakat dunia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya memperkenalkan pengalaman dan tradisi keislaman Indonesia sebagai bagian dari kontribusi terhadap perkembangan peradaban global. Nilai-nilai Islam yang mengedepankan kedamaian dan penghormatan terhadap keberagaman dinilai relevan untuk terus dikembangkan di tengah dinamika masyarakat internasional.

Jawa Timur Punya Modal Tradisi Pesantren

Jawa Timur memiliki potensi besar untuk mengembangkan kajian turats karena didukung tradisi pesantren yang kuat serta sejarah panjang perkembangan keilmuan Islam. Banyak ulama di wilayah ini mewariskan pemikiran dan karya yang menjadi rujukan dalam pendidikan keagamaan.

Kekayaan intelektual tersebut merupakan modal penting untuk mendorong lahirnya penelitian yang lebih mendalam. Melalui pendidikan magister, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan menelaah sumber-sumber klasik secara ilmiah, melakukan dokumentasi, serta menghasilkan karya akademik yang memperkaya literatur Islam Nusantara.

Selain itu, pengembangan kajian turats berpeluang memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan lingkungan pesantren. Tradisi keilmuan yang selama ini tumbuh di pesantren dapat dikaji lebih sistematis melalui penelitian akademik, tanpa meninggalkan nilai dan konteks sejarah yang melatarbelakanginya.

Upaya ini juga penting untuk memastikan bahwa warisan pemikiran para ulama tidak berhenti sebagai dokumentasi masa lalu. Sebaliknya, karya-karya tersebut dapat terus dipelajari, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari kekayaan intelektual bangsa.

Dorong Kontribusi Keilmuan Islam ke Dunia

Pengembangan Program Studi Magister Kajian Turats di UINSA juga membuka peluang bagi Jawa Timur untuk memperluas kontribusi dalam pengembangan pengetahuan Islam di tingkat nasional maupun internasional.

Indonesia memiliki banyak intelektual yang tumbuh dari tradisi pesantren. Namun, potensi tersebut perlu terus didukung melalui penguatan pendidikan tinggi, penelitian, dan publikasi ilmiah agar karya serta pemikiran ulama Nusantara semakin dikenal luas.

Melalui program ini, generasi akademisi diharapkan mampu menjembatani warisan keilmuan klasik dengan kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan saat ini. Kajian yang dilakukan dapat memperkaya pemahaman mengenai sejarah pemikiran Islam sekaligus memperkenalkan karakter keislaman Indonesia kepada masyarakat dunia.

Peluncuran program studi tersebut menjadi salah satu upaya mempertemukan kekuatan tradisi keilmuan pesantren dengan pendidikan tinggi. Dengan dukungan pengembangan akademik dan beasiswa, Jawa Timur diharapkan semakin berperan dalam melahirkan generasi intelektual yang mampu menjaga warisan ulama sekaligus memberikan sumbangan pemikiran bagi peradaban.

Bagi Khofifah, kekayaan intelektual Islam yang tumbuh di Jawa Timur merupakan potensi yang patut terus dirawat dan dikembangkan. Tradisi tersebut bukan hanya bagian dari identitas sejarah daerah, melainkan juga sumber pengetahuan yang dapat memberikan kontribusi lebih luas bagi kehidupan masyarakat dan perkembangan peradaban dunia.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed