TENTENA, SULAWESI TENGAH — Respons cepat ditunjukkan pihak penanggung jawab lapangan dalam menangani kerusakan ringan pada sejumlah titik saluran drainase di ruas Tumora–Tambarana–Tentena–Taripa. Perbaikan disebut telah diselesaikan dalam waktu satu hari kerja, sebagai tindak lanjut atas kerusakan yang terjadi saat aktivitas penanganan longsor berlangsung.

Berdasarkan keterangan pekerja di lapangan yang dikonfirmasi pada 24 Oktober 2026, kerusakan ringan tersebut terjadi di beberapa titik ketika alat berat bekerja mengangkat sisa material batu di sekitar bahu jalan. Tekanan alat berat saat aktivitas berlangsung disebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan bagian saluran mengalami kerusakan.

Pekerja tersebut menjelaskan, perbaikan langsung dilakukan pada bagian yang terdampak. Pekerjaan berlangsung hingga sore hari dan pada hari yang sama disebut telah selesai dikerjakan.
Langkah tersebut menunjukkan adanya tindak lanjut di lapangan terhadap kerusakan yang ditemukan. Penanganan cepat menjadi penting agar kondisi saluran drainase tetap terjaga dan tidak menimbulkan persoalan lanjutan bagi fungsi infrastruktur jalan.
Kerusakan ringan pada fasilitas pendukung jalan memerlukan perhatian agar fungsi drainase tetap berjalan sebagaimana mestinya. Terlebih, saluran tersebut berperan mengalirkan air dari badan jalan dan membantu mengurangi risiko genangan maupun pengikisan bahu jalan.
Respons yang dilakukan pihak penanggung jawab lapangan patut menjadi perhatian positif, khususnya karena perbaikan disebut dapat diselesaikan pada hari yang sama. Meski demikian, kondisi akhir saluran tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan langsung untuk mengetahui apakah seluruh bagian yang terdampak telah kembali berfungsi dengan baik.
Upaya perbaikan ini juga menjadi bagian dari pentingnya koordinasi antara pekerja, penanggung jawab lapangan, dan instansi pemerintah terkait dalam menjaga kualitas infrastruktur selama pekerjaan penanganan longsor berlangsung.
Romi, seorang sopir yang rutin melintasi ruas tersebut, turut membenarkan adanya aktivitas perbaikan saluran drainase di lokasi.
Saat dikonfirmasi pada 24 Oktober 2026, Romi menyampaikan bahwa dirinya melihat orang-orang sedang bekerja memperbaiki saluran tersebut.
Keterangan Romi menjadi informasi tambahan mengenai adanya aktivitas perbaikan di lapangan. Namun, penilaian mengenai kualitas hasil pekerjaan tetap memerlukan pemeriksaan terhadap kondisi fisik saluran setelah perbaikan.
Penanganan longsor dan pemeliharaan drainase merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan serta kenyamanan pengguna jalan. Karena itu, langkah perbaikan terhadap kerusakan ringan perlu diapresiasi sebagai tindak lanjut di lapangan, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan alat berat di sekitar fasilitas jalan.
Pihak pemerintah dan pelaksana pekerjaan yang terkait diharapkan terus memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar teknis, termasuk melakukan pemeriksaan setelah perbaikan dan menjaga agar saluran drainase dapat berfungsi secara optimal.
Dengan adanya tindak lanjut tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh manfaat dari infrastruktur jalan yang terpelihara dengan baik. Kecepatan penanganan, ketelitian pelaksanaan, serta pengawasan berkelanjutan menjadi unsur penting untuk menjaga kualitas pekerjaan dan kepercayaan publik. (Sunarko)




















Komentar