BANGGAI, Central.asia – Ratusan hektare sawah mengalami kekeringan ekstrem hingga tanah retak-retak dan tanaman padi terancam gagal panen, Petani di Kecamatan Toili Barat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian di Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (8 September 2026).
Kekeringan disebabkan Sumber air irigasi menyusut drastis dan mengering akibat minimnya curah hujan, sehingga suplai air ke lahan pertanian terhenti Petani berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera turun tangan menyediakan air irigasi alternatif atau sumur bor guna menyelamatkan tanaman padi.
Kawasan persawahan di Kecamatan Toili mengalami kekeringan parah yang menyebabkan ratusan hektare lahan pertanian retak-retak dan tanaman padi terancam mati.
Berdasarkan pantauan di lapangan, permukaan tanah yang biasanya basah kini kering kerontang, sementara bibit padi mulai menguning serta layu akibat krisis air.
Seorang petani setempat mengungkapkan bahwa sumber air irigasi yang selama ini diandalkan telah menyusut drastis bahkan mengering, Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terjadinya gagal panen massal yang tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berpotensi mengganggu ketahanan pangan di wilayah setempat.
Sektor pertanian merupakan tumpuan utama mata pencaharian masyarakat Toili Barat. Gagal panen ini dikhawatirkan membuat pendapatan petani anjlok drastis dan berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan hidup keluarga serta biaya pendidikan anak.
Menanggapi situasi darurat ini, para petani mendesak pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian untuk segera mengambil tindakan nyata. Bantuan yang diharapkan meliputi penyediaan pasokan air irigasi alternatif maupun pembangunan sumur bor di titik-titik rawan kekeringan demi memulihkan kondisi lahan pertanian. (Pasek Purwanto)















Komentar