SURABAYA – SMK Negeri 12 Surabaya menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) bagi peserta didik baru dengan rangkaian kegiatan yang dikemas secara edukatif, kreatif, dan sarat dengan nilai seni budaya.
Dalam rangkaian kegiatan pada MPLS hari Kamis, 16 Juli 2026 kali ini, para siswa juga berkesempatan mempresentasikan dan menampilkan karya-karya mereka. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan, mulai dari seni pedalangan, tari, teater, musik, hingga karawitan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 12 Surabaya, Arie Kristiawan, mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada petunjuk teknis yang diterbitkan oleh Kementerian. Pada hari pertama, para siswa mengikuti deklarasi integritas yang dilaksanakan secara serentak.
Memasuki hari kedua dan ketiga, kegiatan MPLS diisi dengan pengenalan berbagai kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, sekaligus memperkenalkan 15 jurusan yang ada di SMK Negeri 12 Surabaya. Dari jumlah tersebut, 13 jurusan berada di bidang seni, satu jurusan di bidang teknologi, dan satu jurusan di bidang teknik.
“Untuk kegiatan MPLS ini, sesuai dengan petunjuk teknis dari Kementerian, hari pertama diisi dengan deklarasi integritas. Kemudian hari kedua dan ketiga berkaitan dengan kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, serta pengenalan 15 jurusan,” ujar Arie.
Menurut Arie, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sekaligus memantapkan minat dan bakat peserta didik baru sesuai dengan jurusan yang mereka pilih.
“SMK Negeri 12 Surabaya merupakan sekolah yang notabene berbasis seni. Karena itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memamerkan hasil karya anak-anak sekaligus memantapkan bakat dan minat mereka di masing-masing jurusan,” jelasnya.
Selain jurusan, para peserta didik juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di sekolah. Di antaranya Eco School, pencak silat PSHT dan Pagar Nusa, olahraga, Pramuka, Rohis, Paskibra, PMR, serta Banjari.
Khusus ekstrakurikuler Paskibra, SMK Negeri 12 Surabaya telah menorehkan berbagai prestasi hingga tingkat nasional. Seluruh kegiatan ekstrakurikuler tersebut dikemas dalam rangkaian agenda MPLS untuk memberikan gambaran kepada siswa mengenai aktivitas pengembangan diri yang dapat mereka ikuti selama menempuh pendidikan.
Arie menambahkan, salah satu jurusan yang paling banyak diminati oleh peserta didik baru saat ini adalah Desain Komunikasi Visual (DKV). Tingginya minat tersebut tidak lepas dari karakter SMK Negeri 12 Surabaya sebagai sekolah berbasis seni.
Bahkan, dalam penerimaan peserta didik baru melalui jalur bakat dan minat, SMK Negeri 12 Surabaya menjadi salah satu sekolah yang memberikan ruang besar bagi calon siswa untuk masuk berdasarkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.
“Untuk minat yang paling banyak saat ini adalah jurusan Desain Komunikasi Visual atau DKV. Kami juga membuka jalur bakat dan minat, karena sebagai sekolah seni, kemampuan anak-anak menjadi salah satu hal yang sangat penting,” ungkapnya.
Sementara itu, pada hari terakhir MPLS, kegiatan akan dirangkaikan dengan peringatan Muharram. Agenda tersebut akan diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, termasuk bakti sosial serta santunan kepada anak yatim.
Santunan juga diberikan kepada siswa yang berasal dari keluarga besar SMK Negeri 12 Surabaya, khususnya anak-anak yang telah kehilangan kedua orang tuanya. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat dan ditutup setelah pelaksanaan salat Jumat.
Selain memberikan santunan kepada anak-anak yang membutuhkan, pihak sekolah juga berencana memberikan perhatian kepada masyarakat di sekitar lingkungan SMK Negeri 12 Surabaya.
Arie berharap kegiatan MPLS tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga mampu menanamkan kecintaan peserta didik terhadap seni dan budaya Indonesia.
Ia menegaskan bahwa keberadaan jurusan-jurusan seni di SMK Negeri 12 Surabaya memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya tradisional, salah satunya seni pedalangan.
“Karena ini merupakan sekolah seni dan banyak berkaitan dengan budaya, kami berharap anak-anak dapat memahami dan ikut melestarikan budaya. Salah satunya adalah seni pedalangan. Ke depan, anak-anak harus bisa meresapi bahwa mayoritas kegiatan di sekolah ini berkaitan dengan budaya yang harus kita lestarikan,” pungkasnya.
















Komentar